Bakki Shower : Sejarah dan Manfaat Besar bagi Kolam Koi

Sistem ini ditemukan dan dikembangkan oleh Michio Maeda, pendiri Momotaro Koi Farm di Okayama, Jepang, pada akhir tahun 1990-an.

Penemuan ini didasari oleh pengamatan terhadap kondisi air di sungai-sungai pegunungan yang jernih dan kaya oksigen karena terus menerus menabrak bebatuan (efek air terjun).

​Maeda-san ingin mereplikasi efek pemurnian alami tersebut ke dalam sistem filtrasi kolam budidaya yang memiliki kepadatan ikan tinggi.

Bakki Shower awalnya dirancang secara spesifik​ untuk bekerja bersama media filter yang disebut Bacteria House (BH). Media ini adalah keramik berpori yang dibakar dengan suhu sangat tinggi (sekitar 1.300°C).

​Kombinasi antara struktur bak yang bertingkat dan media keramik ini terbukti mampu mengurai amonia dalam waktu yang sangat singkat dibandingkan sistem filter tradisional yang terendam air (filter statis).

​Meskipun saat ini banyak modifikasi bentuk (ada yang menggunakan material stainless steel, plastik, hingga fiber), prinsip dasar dari Bakki Shower adalah:

1. ​Open System: Sistem terbuka agar gas berbahaya (seperti amonia dan CO_2) bisa langsung menguap ke udara.

2. ​Splashing Effect: Efek benturan air yang memecah molekul air sehingga oksigen masuk ke dalam air secara maksimal.

3. ​High Flow Rate: Debit air yang tinggi untuk memastikan seluruh volume air kolam melewati media filter sesering mungkin dalam satu jam.

​Kolam paman sudah mengadopsi sistem Bakki Shower ini blm paman??

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membedakan Koi yang Mirip, part 1 : Membedakan Antara Sanke dan Showa!

Membedakan Koi yang Mirip, Part 2 : Kujaku vs Goshiki

Membedakan Koi yang Mirip, Part 3 : Karashi vs Yamabuki Ogon!